Komposisi Probiotik Yang Berbeda Pada Media Green Water System (GWS) Untuk Peningkatan Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Benih Ikan Lele(Clarias sp.)

  • Suparmin Suparmin Program Studi Budidaya Perikanan, Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan, Politeknik Negeri Pontianak, Indonesia
  • M. Idham Shilmana Program Studi Budidaya Perikanan, Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan, Politeknik Negeri Pontianak, Indonesia
  • Ridwan Salim Program Studi Budidaya Perikanan, Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan, Politeknik Negeri Pontianak, Indonesia

Abstrak

eknologi baru pada budidaya ikan lele mulai digunakan salah satunya penggunaan probiotik pada budidaya ikan sistem GWS (Green Water System). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi kepada petani ikan mengenai penggunaan probiotik yang tepat dan sesuai pada budidaya ikan lele (Clarias sp.) metode Green water system (GWS). Rancangan yang digunakan dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan yaitu 1) perlakuan komposisi ragi bakteri, asam Laktat  dan probiotik basillus subillis, basillus megaterium, basillus polimyxa; 2) perlakuan probiotik garam ikan, molase, kapur dolomit, dan Probiotik lactobacillus casei, saccharomyces cerevisiae; dan 3) perlakuan probiotik kapur dolomit, probiotik saccharomyces cerevisiae, lactobacillus acidophilus, basilus subtilis. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan probiotik pada komposisi 1 merupakan  formulasi terbaik pada media air green water sistem terhada p tingkat kelangsungan hidup ikan yaitu 91,41 %, pertumbuhan berat harian yaitu 0,91 gram perhari, dan nilai feed conversion ratio yaitu 1,18. Hasil pengukuran parameter kualitas air  diperoleh hasil dari perlakuan 1 memberikan pertumbuhan plankton dan bakteri yang tinggi pada media air GWS. Secara umum parameter kualitas air pada ketiga perlakuan menunjukan kisaran yang optimum untuk parameter DO 5,5 - 6 ppm, suhu 28 – 28,6 0C, dan pH 6,5.

Diterbitkan
2024-05-17
Bagian
Articles