MANFISH JOURNAL https://ejurnal.polnep.ac.id/index.php/manfish en-US risko.ikp@gmail.com (Risko, S.Si., M.Si) ypputra@polnep.ac.id (Yuda Perdana Putra, S.Si.,M.Sc) Sat, 07 Oct 2023 00:00:00 +0700 OJS 3.1.0.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Nilai Ekonomi Ekosistem Laguna di Negeri Ihamahu, Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah https://ejurnal.polnep.ac.id/index.php/manfish/article/view/601 <p>The existence of ecosystems in the water lagoon of Ihamahu Country has an important role for the people of Ihamahu Village. The study was conducted on July 17, 2020 with primary and secondary data collection. The sampling method used is purposive sampling a total of 10 people. The people of Iamahu Village always catch marine life in the Laguna ecosystem and its surroundings with used several fishing gear. Then, total economic value of Laguna ecosystem at Iamahu Village amount Rp 183.189.557 with used direct as Capture Fisheries and research activities amount Rp 45.620.000. Indirectly the benefits of coral reef ecosystems in Ihamahu waters for absorbs carbon content amount Rp 98.156.407. After that, option value amount Rp 471.150 an values that represent the usefulness of coral reef ecosystems (in laguna) at the future will be good directly or indirect, existence value through Contingent Valuation Method (CVM)&nbsp; amount Rp 34.380.000, and Inheritance Value Rp 4.562.000,-.</p> Liyatin Gea, Imam Mishbach, Lolita Tuhumena, Pirhel Pirhel ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.polnep.ac.id/index.php/manfish/article/view/601 Sat, 07 Oct 2023 00:00:00 +0700 Karakteristik Mutu Fisik dan Hedonik Dimsum Ikan Nila dengan Penambahan Konsentrasi Karagenan yang Berbeda https://ejurnal.polnep.ac.id/index.php/manfish/article/view/615 <p><span lang="EN-US">Fish dim sum is one of the diversification of processed fishery products that can increase the production of fishery products in Indonesia. The most important criteria for fish jelly products such as dimsum include emulsion stability, level of elasticity and crunchiness, which can influence the level of consumer preference. Therefore, stabilizers are needed which need to be added in the right proportions to the dimsum mixture being made. Carrageenan is a natural ingredient for food dough stabilizer made from seaweed. The aim of this research was to analyze the physical and hedonic quality characteristics of tilapia dim sum with the addition of different concentrations of carrageenan. This research is an experimental study with a one-factor completely randomized design method with four levels. The factors tested in this study were differences in the addition of carrageenen by 1%, 3%, 5% and 7% in 2 repetitions. Parametric analysis uses the F test in Anova and if it has a different effect on the tilapia dimsum then it is continued with the Duncan test. Non-parametric analysis uses the Kruskal-Wallis test and if the differences are significant, a multiple comparison test is carried out. The research results found that the addition of different carrageenans had a significant effect on the parameters of the bite test, folding test, gel strength, emulsion stability, color, texture and taste. The physical test value will be directly proportional to the addition of carrageenan to the tilapia fish dim sum. The best formulation based on the panelists' level of preference is the A1 formulation, with physical quality characteristic specifications in the form of a bite test in the normal category, a folding test in the category of no cracking when folded once, gel strength of 242.16 g.cm, water binding capacity of 70.22%, and emulsion stability of 71.34 %.</span></p> Belvi Vatria, Vivin Primadini, Leni Lasmi ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.polnep.ac.id/index.php/manfish/article/view/615 Mon, 16 Oct 2023 05:15:32 +0700 Analisa Status Tingkat Kecelakaan Kapal Penangkap Ikan dan Solusi Pencegahan Kecelakaan Kapal di PPP. Sungai Rengas Kubu Raya Kalimantan Barat https://ejurnal.polnep.ac.id/index.php/manfish/article/view/618 <p>Keselamatan kapal penangkap ikan merupakan interaksi faktor-faktor yang kompleks yaitu <em>human factor </em>(nakhoda dan anak buah kapal), <em>machines </em>(kapal danperalatan&nbsp; keselamatan) dan &nbsp;<em>environmental </em>(cuaca dan skim pengelolaan sumberdaya perikanan). Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung dan mengukur status tingkat kecelakaan kapal penangkap ikan di PPP Sungai Rengas serta menguraikan solusi pencegarahan kecelakaan kapal tersebut. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus – Oktober 2021 di PPP Sungai Rengas, Kalimantan Barat. Analisis risiko kecelakaan dilakukan dengan menghitung FAR dan RI dari datakecelakaan yang ada dalam tiga tahun terakhir. Hasil identifikasi pengukuran pelengkapan dokumen kapal, standar peraturan dan kecakapan perwira kapal di PPP sungai rengas&nbsp; dari 32 responden di dapatkan hasil 100% untuk penyelesaian terhadap kepemilikan dokumen kapal dan kepemilikan surat ijin kapal, sedangkan yang perlu di cermati adalah pertanyaan dengan nilai terendah berkaitan dengan kepemilikan sertifikat keahlian Ankapin 1, 2, 3 dan setifikat keterampilan BST, AFF dan SAT. Perhitungan status kecelakaan dan jenis kecelakaan kapal di PPP sungai Rengas dengan intikator 10 pertanyaan melalui kuisioner yang&nbsp; melibatkan 32 respondensi (Nahkoda Kapal) didapatkan hasil paling terbesar adalah 31%. Pertanyaan pengetahuan dasar keselamatan di atas kapal pengetahuan tentang penggunaan alat komunikasi (radio) ketika terjadi kondisi darurat, dan yang paling terkecil adalah 6% pertanyaan pengetahuan kondisi-kondisi <em>emergency</em> dan darurat di atas kapal.</p> Ahijrah Ramadhani, La Baharudin, Slamet Jumaedi, Lidya Katili ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.polnep.ac.id/index.php/manfish/article/view/618 Wed, 18 Oct 2023 04:25:18 +0700 Parameter Biologi Udang Jerbung (Penaeus Merguiensis) yang di Daratkan di Tpi Sungai Kakap, Kalimantan Barat https://ejurnal.polnep.ac.id/index.php/manfish/article/view/616 <p style="font-weight: 400;">Udang jerbung (<em>Penaeus merguiensis</em>) merupakan salah satu komoditi penting di Perairan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Perairan Sungai Kakap menjadi wilayah pengolahan perikanan dan penghasil sumber daya laut terbesar kedua di Provinsi Kalimantan Barat. Tingginya permintaan pasar dan nilai ekonomis dari udang jerbung, mempengaruhi jumlah stok yang ada dialam. sehingga sudah seharusnya dilakukan pengamatan parameter populasi udang jerbung yang didaratkan di TPI Sungai Kakap, Kalimantan Barat sebagai upaya untuk mempertahankan stok yang ada dialam agar dapat menjamin kelestarian sumberdayanya dimasa mendatang. Udang jerbung yang digunakan selama penelitian berasal dari hasil tangkapan nelayan Lampara Dasar di Perairan Sungai Kakap yang didaratkan di TPI Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.&nbsp; Lokasi tangkapan udang jerbung berada di sekitar perairan sungai kakap dan pada kedalaman 5-20 m. Berdasarkan persamaan W = aL<sup>b</sup>, maka diperoleh nilai b sama dengan 2.3984 dan <em>R<sup>2</sup></em> sama dengan 93.23 untuk Udang Jerbung secara keseluruhan. Berdasarkan analisis pertumbuhan diketahui bahwa udang jerbung peneitian menunjukkan pertumbuhan yang alometrik negatif dengan faktor kondisi tertinggi sebesar 1.04. Telah terjadi rekruitment baru pada bulan juli dengan panjang Linf 60.75 mm.Nilai faktor kondisi Udang Jerbung tertinggi pada bulan Mei adalah 1.04 ± 0.07. Persamaan pertumbuhan model Von Bertalanfy udang jerbung jantan, betina dan gabungan masing-masing adalah Lt = 60.75 (1-e<sup>[-1.56(t+0.61)]</sup>).</p> Reza Alnanda, Jumadi Sudarso, Sadri Sadri, Eny Fitrari ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.polnep.ac.id/index.php/manfish/article/view/616 Wed, 18 Oct 2023 04:54:16 +0700 Komposisi Hasil Tangkapan Utama Pada Alat Tangkap Jaring Insang (Gill Net) di Perairan Laut Natuna https://ejurnal.polnep.ac.id/index.php/manfish/article/view/617 <table style="font-weight: 400;" width="590"> <tbody> <tr> <td width="385"> <p>Komposisi ikan hasil tangkapan merupakan salah satu kajian yang akan memberikan gambaran lebih jelas tentang jenis, panjang ikan dan berat ikan yang tertangkap sehingga memudahkan nelayan melakukan penangkapan selanjutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi jenis dan ukuran ikan (panjang dan berat) serta hubungan panjang - berat ikan yang tertangkap dengan jaring insang (<em>gill net</em>) di Laut Natuna. Penelitian ini dilaksanakan selama 16 hari (9 – 24 Juni 2023) di Perairan Laut Natuna. Metode yang digunakan dalam peneliian ini adalah metode <em>survey</em> yaitu dengan cara pengamatan dan pengambilan data secara langsung di lapangan menggunakan jaring insang (<em>gill net</em>) dengan <em>mesh size</em> 4 <em>inch</em>. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa persentase hasil tangkapan utama didominasi oleh ikan tongkol (<em>Euthynnus&nbsp; affinis</em>) dengan 82% (679 kg). Persentase hasil tangkapan sampingan jaring insang dari 5 spesies yang paling banyak adalah ikan selayar 5% (45 kg) dan yang paling sedikit adalah ikan jahan dengan 2,20 % (21 kg). Sedangkan berdasarkan pengukuran diperoleh bahwa ukuran rata – rata panjang pada ikan tongkol yaitu berkisar antara 45 – 65 cm dan ukuran panjang ikan tenggiri yaitu 50 – 110 cm. Distribusi ukuran hasil tangkapan utama pada penelitian ini memiliki ukuran yang berbeda – beda disebabkan karena selektivitas alat tangkap yang digunakan, metode penangkapan dan sifat biologi ikan.</p> </td> </tr> </tbody> </table> Frangky Tumion, Sadri Sadri, Risko Risko, Ho Putra Setiawan, Julkipli Julkipli ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.polnep.ac.id/index.php/manfish/article/view/617 Sat, 30 Sep 2023 00:00:00 +0700