Pengaruh Suplementasi Kombinasi Minyak Nabati dan Minyak Hewani terhadap Kinerja Reproduksi Awal Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Betina

Authors

  • Shobrina Silmi Qori Tartila Aquaculture Program, Faculty of Agriculture, Universitas Tidar, Magelang, Indonesia
  • Tholibah Mujtahidah Program Studi Akuakultur, Jurusan Teknologi Peternakan dan Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Tidar, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia
  • Muh. Azril Program Studi Akuakultur, Jurusan Teknologi Peternakan dan Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Tidar, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia
  • Sultan Jibran Risqulloh Program Studi Akuakultur, Jurusan Teknologi Peternakan dan Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Tidar, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia
  • Muhammad Abizar Sakti Oktavian
  • Rifky Tsabitul Azmi Program Studi Akuakultur, Jurusan Teknologi Peternakan dan Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Tidar, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia
  • Amelia Fatikasari Program Studi Akuakultur, Jurusan Teknologi Peternakan dan Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Tidar, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31573/manfish.v7i1.1156

Keywords:

Beong , Betina , Kematangan , Minyak

Abstract

nabati (minyak ikan dan minyak sawit) dalam pakan yang dapat meningkatkan proses kematangan awal gonad pada calon induk betina ikan beong (206,88±31,84 g; 26,18±2,04 cm). Seluruh ikan betina dipelihara dalam delapan unit keramba jaring berukuran 2×1×1 m³ dengan kepadatan 2 ekor/keramba. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan dua perlakuan, yaitu pakan kontrol (tanpa kombinasi minyak ikan dan minyak sawit/K) dan kombinasi minyak ikan serta minyak sawit masing-masing 2% (IS). Parameter yang diamati meliputi: (1) kinerja reproduksi (bobot akhir/Wt, panjang akhir/Pt, konsumsi pakan/JKP, indeks gonadosomatik/GSI, dan indeks hepatosomatik/HSI); (2) profil kimia darah (high density lipoprotein/HDL, trigliserida/TG, kolesterol total/TC, dan glukosa/GLU). Seluruh data dianalisis menggunakan uji t-sampel independen dengan tingkat kepercayaan 95% (p<0,05). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan IS berbeda nyata dibandingkan perlakuan K pada FI dan Wt (p<0,05), dimana nilai Wt pada perlakuan IS (233±49,82 g) lebih tinggi daripada perlakuan K (179±16,27 g). Namun, nilai JKP pada perlakuan IS (95,5±40,73 g) lebih rendah daripada perlakuan K (169,8±21,82 g; p<0.05). Seluruh parameter profil kimia darah menunjukkan tidak adanya perbedaan nyata (p>0,05), kecuali pada nilai TG, dimana perlakuan IS (94,27±9,76 mg/dL) lebih tinggi daripada perlakuan K (103,08±10,93 mg/dL). Suplementasi pakan berupa minyak ikan (2%) dan minyak sawit (2%) dapat mempercepat tingkat pematangan gonad awal pada calon induk betina ikan beong, berdasarkan peningkatan nilai TG dan bobot akhir dengan tingkat konsumsi pakan yang lebih rendah.

Downloads

Published

2026-03-30

How to Cite

Tartila, S. S. Q., Mujtahidah, T., Azril, M., Risqulloh, S. J., Oktavian, M. A. S., Azmi, R. T., & Fatikasari, A. (2026). Pengaruh Suplementasi Kombinasi Minyak Nabati dan Minyak Hewani terhadap Kinerja Reproduksi Awal Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Betina. MANFISH JOURNAL, 7(1), 1–7. https://doi.org/10.31573/manfish.v7i1.1156