Perancangan Struktur Bangunan Gedung Asrama Mahasiswi Kabupaten Landak

  • Alno Prayoga Politeknik Negeri Pontianak
  • Muhammad Novreza Pasha
  • susi Hariyani
  • Nurul Fitriani Politeknik Negeri Pontianak

Abstrak

Melihat dari beberapa kabupaten kota yang ada di Kalimantan Barat, mereka memiliki asrama mahasiswi sebagai
bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pendidikan putra putri daerah yang ada di Pontianak. Tidak terkecuali
dengan Kabupaten Landak yang juga mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui pembangunan asrama
mahasiwi Kabupaten Landak. Asrama mahasiswi kabupaten landak ini akan dibangun 4 lantai dengan struktur beton
bertulang. Dalam perhitungan bangunan ini menggunakan aplikasi SAP 2000 dengan SNI 2847-2013 untuk perhitungan
beton bertulang, dan SNI 1726-2019 untuk perhitungan ketahanan gempa. Dari proses perhitungan didapatkan tebal
atap dak sebesar 12 cm, Pelat lantai 1-4 didaptkan tebal 13 cm. Dimensi balok (B1) yaitu 25x40 cm, menggunakan
tulangan pokok lapangan dan tulangan tumpuan 3D13 . Pada penulangan begel digunakan tulangan D8. Dimensi balok
(B2) yaitu 20x40 cm, menggunakan tulangan pokok untuk tulangan lapangan dan tulangan tumpuan yaitu 3D13.
Dimensi kolom yaitu 45x45 cm, menggunakan tulangan pokok 12D16. Pondasi yang digunakan adalah pondasi tiang
pancang dengan kedalaman 20 meter dengan dimensi tiang pancang 25x25 cm, dan dimensi pilecap 180 cm x 180 cm.

Referensi

[1] Asroni, A. (2017). Teori dan Desain Balok
Pelat Beton Bertulang Berdasarkan SNI 2847-2013.
Surakarta: Muhammadiyah University Press.
.
[2] Asroni, A. (2018). Teori dan Desain Kolom
Pondasi Balok T Beton Bertulang Berdasarkan SNI
2847-2013. Surakarta: Muhammadiyah University
Press.
[3] Asroni, A., Muntafi, Y., & Solikin, M. (2020).
Dasar Perncanaan Portal Daktail Menurut SNI 2847-
2013. Surakarta: Muhammadiyah University Press.
[4] BSN. (2004). Perencanaan Fasilitas Lingkungan
Rumah Susun Sederhana SNI 7013-2004. Jakarta:
Badan Standar Nasional.
[5] BSN. (2013). Tata cara perencanaan bangunan
gedung SNI 2847-2013. Jakarta: Badan Standar
Nasional.
[6] BSN. (2013). Persyaratan Beton Struktural Untuk
Bangunan Gedung SNI 2847-2013. Jakarta: Badan
Standarisasi Nasional.
[7] BSN. (2017). Baja Tulangan Beton SNI 2052-2017.
Jakarta: Badan Standar Nasional.
[8] BSN. (2019). Tatacara Perencanaan Ketahanan
Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non
Gedung SNI 1726-2019. Jakarta: Badan Standarisasi
Nasional.
[9] BSN. (2020). Desain beban minimum pembebanan
untuk rumah dan gedung SNI 1727-2020. Jakarta:
Badan Standarisasi Nasional.
[10] Budiadi, A. (2008). Desain Praktis Beton
Prategang. Yogyakarta: Andi.
[11] Pamungkas, A., & Harianti, E. (2018). Struktur
Beton Bertulang Tahan Gempa . Yogyakarta:
ANDI.
[12] Umum, D. P. (1987). Pedoman Perencanaan
Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung. Jakarta:
Yayasan Badan Penerbit PU.
[13] Nasution, A. (2009). Analisis dan Desain Struktur
Beton Bertulang. Bandung: ITB.
Diterbitkan
2023-12-29
Bagian
Articles